KILLER NUMBER 25 (part1)

killer number 25 (part1)
PART SATU DIBUAT MULAI TANGGAL 12 JUNI 2009 OLEH RIO SADEWA (ini adalah perbaikan dari naskah asli)

starting.

crusade-1 copy
**

malam bukan lah sesuatu yang mencekam.
tetapi malam adalah sesuatu yang penuh misteri .
malam adalah kegelapan , tapi malam adalah jawaban .

“sraaaak !” , suara itu derdengar jelas dari belakang apartemen , biru yang sedang terlelap langsung terbangun dan melihat ke belakang apartemen , saat itu di belakang apartemen hanyalah ada koridor dan lorong apartemen , yang kosong , bahkan banyak mitos di tempat itu , di mana ada sesuatu yang seakan2 akan disembunyikan , biru tak tau itu apa , ia hanya ingin mencari jawaban dari mana suara yang ia dengar

hal itu memang sering dirasakan oleh biru sejak ia tinggal di apartemen lantai 25 nomor 25 itu , suasana mencekam selalu muncul di lantai itu , entah ada apa atau bagaimana , banyak pertanyaan yang tersingkap didalam benak biru tentan keanehan apartemen itu .
——
pagi keesokannya , biru dan winda sarapan , winda adalah kakak ke2 biru , kakak pertama biru tewas karena tertimpa alat berat di proyek , orang tua mereka meninggal saat kecelakaan pesawat .

tentu saja winda yang menjadi tumpuan bagi biru , winda bekerja sebagai reporter , dan biru masih smu kelas 2 , beberapa waktu yang lalu biru pernah bermimpi tentang kejadian2 seram tentang almarhum neneknya yeng telah lama meninggal . dan ia mulai merasakan hal aneh mulai dari penampakkan setan hingga pembunuhan dalam mimpi . biru memang bukan nama yang sesuai untuk orang sepertinya yang tertutup dan penuh misteri .

pagi itu di sekolah biru kembali melihat beberapa hal aneh , mulai dari teman2 nya yang ia lihat hanya beberapa , dan sekolah nampak lengang saat itu , sangat sepi ia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi , namun masih ada keceriaan di sana , hal yangselalu membuat biru bahagia , ia berjalan merunduk , mencari ketenangan .

sampai asta menghampirinya . sebuah wajah penuh charisma dan harapan terpancar darinya , memang ia adalah teman smp biru sampai sekarang , dan itu yang membuat asta sangat terkesan dengan sikap biru , menurutnya biru sangat bias menyembunyikan perasaan , ia bisa tersenyum saat seharusnya ia bersedih , biru terlalu baik untuk mendapatkan suatu cobaan .
“bi”
“kenapa ta”
“lo kenapa ?”
“kenapa apanya ? gue gapapa ko , Cuma gaenak badan aja”
“muka lo pucet bi , kalo ga enak badan kenapa masuk sekolah”
“udahlah gue gapapa ko , palingan ntar siang juga sembuh , gue ke kelas dulu ya “

Tatapan biru saat itu terasa sangat kosong , terlihat bahwa ia tertekan , asta tidak tau pasti apa yang dirasakan biru , ia begitu penuh misteri .
di kelas biru merasakan kehampaan yang sangat amat , berawal dari guru yang monoton dan sebagainya , entah apa yang terjadi hari itu ,ya mungkin itu hanya perasaan biru saja atau mungkin memang ini adalah cirri khas kelas saat pertengahan semester .

——-

sore nya seperti biasa biru yang juga bekerja di sebuah restoran justru merasakan hal yang lebih aneh lagi , ia melihat sebuah buku aneh yang dibawa oleh seorang yang dari penampilannya terlihat seperti seorang paranormal atau sebagainya , buku itu berwarna hitam , sudah usang dan tulisan nya seperti tulisan 2 jawa kuno .

dan biru yang bekerja sebagai waitress menghampiri nya .

“maaf , ingin pesan apa”
“saya memesan 25 orang terdekatmu !”

dan tiba2 seorang itupun menghilang seperti kilat yang sangat cepat , tentu itu membuat biru begitu kaget , terutama saat paranormal itu berkata bahwa ia memesan 25 orang terdekatnya nya .
tapi mungkin itu hanyalah sebuah ilusi atau sugesti buruk yang dialami biru , dan biru tidak pernah percaya akan hal2 seperti itu sebelum ia melihat penampakan setan beberapa hari ini .
apa yang akan dilakukan biru jika itu adalah sebuah pertanda ? , biru terus memikirkan hal itu di perjalanan pulang dari pekerjaan nya , sampai asta datang dan menghampiri nya .

“bi ? mo bareng ga ?”
“gausah ta”
“udah gapapa , udah malem juga”
dan biru hanya mengangguk dan masuk ke mobil , biru menceritakan tentang hal yang baru ia alami , tentang paranormal dan buku itu , asta yang tidak pernah percaya tentang sebuah “ancaman” justru membuat biru semakin bingung .
namun tanggapan asta hanya menganggap itu hanyalah sebuah ilusi , karena asta merasa tidak mungkin jika ada orang yang menhilang secara cepat , lalu member kutukan , lalu membawa buku dan memesan 25 orang . asta menganggap itu hanyalah sebuah lelucon .
sampai akhirnya biru sampai di depan apartemennya
dan biru turun dari mobil dan masuk kedalam apartemen , saat di lift , biru kembali melihat penampakkan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya , sosok wanita tua berbaju hitam dan berkuku panjang begitu tampak menyeramkan .

biru berteriak dan berlari keluar dari lift , dan saat ia berlari ia merasakan kaki nya begitu berat , ternyata hantu tadi memegang kaki nya , biru begitu panik dan berusaha tetap berlari . biru menghela nafas ketika ia melihat apartemen no 25 lantai 25 ada di depannya , dan ia langsung masuk kedalam apartemen 1

di ruang tamu sudah ada kakek biru yang datang dari jogja .

biru masih begitu tertekan dengan apa yang ia alami di lift dan lorong apartemen , sampai2 ia tidak sadar bahwa kakek nya mengajak ia bicara .

“biru , kamu kenapa”

“nggak apa2 kok kek , kakek kenapa ke jakarta”

“tanggal 25 nanti ada perayaan 10 tahun nenek kamu meninggal , kamu datang ya”

“tanggal 25 kek ? berarti 25 hari lagi ya?”

“iya , kakek sudah pesankan tiket buat kamu dan kakakmu”

“i,iya kek”

biru benar2 sering sekali mendengar kata 25 hari ini , entah mengapa segalanya terasa begitu aneh hari ini dengan angka 25 , yang jelas biru harus membawa semua ini dengan perasaan tenang , sampai pada mimpi nya yang begitu aneh hari itu , ia bermimpi berada di sebuah kuburan yang luas , lalu ia melihat nama orang2 terdekatnya tertulis di batu nisan , namun ia terlupa dengan nama2 itu saat ia terbangun.
Setelah itu biru turun ke bawah melalui tangga darurat karena ia sangat trauma dengan lift yang tadi ia naiki , niat biru hanya ingin mencari makanan , karena supermarket di sebrang jalan buka 24 jam .
ya 25 memang tidak ada hubungan nya dengan biru yang lahir tanggal 19 juni itu . biru merenung malam itu , ia terus berfikir tentang kejadian hari ini .

pada saat ia turun ke basement apartemen , ia melihat kakek nya yang tadi siang datang ke apartemen nya telah terkapar di tangga lantai 1 , kontan ia langsung menangis melihat kakek yang ia cintai telah tergolek lemas di tangga itu , wajahnya begitu pucat , ia berteriak sekencang2 nya , ditengah kedamaian ada sebuah teriakan keras dari biru , di saat yang bersamaan ia begitu teringat akan kata2 dari kakek nya saat biru di masih di bangku smp

“biru , kamu harus berfikir seluas biru langit , dan jangan pernah berhenti untuk membuat orang di sekitarmu damai ,”

biru terus menangis dan berteriak untuk meminta pertolongan . datng lah dua orang sekuriti yang membopong kakek nya ke lorong apartemen dan biru menelpon ambulance .

saar ambulance datang biru pun bergegas menuju rumah sakit bersama winda ,

“sabar ya bi”
“tapi gue liat sendiri ka , dia mau bilang sesuatu ke gue tadi”
winda hanya tertunduk dan terus menenangkan biru yang tek henti merintihkan air mata .

——–

“dia sudah pergi”

dokter memberi tahu biru dan winda bahwa itu kakeknya telah meninggal dunia . biru masih berusaha tegar karena ia tau itu yang akan terjadi , dan ia sudah berfikir dan bersiap untuk hal yang terburuk .
ia hanya tersenyum , ia memang sangat tegar kelihatannya , namun ia sangat rapuh , ia menyembunyikan duka di dalam keceriaannya .
dan polisi pun sudah akan mulai melakukan penyidikan tentang kematian kakek biru.

keesokan paginya tentu biru tidak masuk sekolah , ia begitu menyesal kenapa ia tadi masuk kamar dan tidak menemani kakeknya , ia terus menyalahkan dirinya sendiri , biru terus berada di dalam kamar dan melihat berita tentang kematian kakek nya yang kebetulan diliput oleh media .

mungkinkah ini adalah hal yang patut biru kaitkan dengan angka 25 dan tentang rangkaian kematian atau sebagainya ?

———

keesokan hari nya atau hari ke dua setelah “pertemuan aneh” dengan paranormal di cafe itu , ada sebuah kabar mengejutkan yang datang , yaitu guru akuntansi , pak eman ditemukan tewas gantung diri di toilet sekolah di hari saat biru tidak masuk sekolah .

dan anehnya lagi , satu isi sekolah tau kalau pak eman adalah guru yang sangat dekat dengan biru , maklum lah mereka sama2 berasal dari daerah yang sama , yaitu JOGJA , dan biru pun sudah menganggap pak eman seperti orang tua nya sendiri .

biru tersenyum , ia mungkin menyenangkan dirinya sendiri , walaupun teman2 nyatau bahwa didalam hati itu ada sebuah kekecewaan , ada sebuah penyesalan , ada sebuah tangisan . biru memulai petualangan baru dengan ‘ancaman’ angka kematian 25.

akankan itu akan menjadi sebuah awal pembunuhan berantai ?

atau hanya sebuah kebetulan ?

apakah yang dilakukan biru untuk melindungi orang2 terdekatnya terdekatnya ?

temukan di PART 2 ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: