sedikit tentang pulau bidadari

DARI Pulau Bidadari, kita dapat melihat keindahan Kota Jakarta pada malam hari secara jelas. Jaraknya yang tak jauh dari Ibu Kota, membuat salah satu pulau di Kepulauan Seribu ini sering didatangi pelancong.

bidadari-island
Jarak Pulau Bidadari dari Pantai Marina Ancol, Jakarta Utara, kurang lebih 14 kilometer. Jarak tempuh menggunakan speedboat kurang lebih 20 menit. Pulau Bidadari yang awalnya hanya tanah kosong, hutan semak, dan tak berpenghuni secara bertahap dikembangkan menjadi resor kepulauan, perpaduan antara pelestarian alam, situs sejarah, dan rekreasi laut.

Pada 28 Februari 1975, gubernur DKI Jakarta kala itu, Ali Sadikin, menunjuk PT Seabreez Indonesia untuk mengembangkan “Pulau Sakit” (Pulau Bidadari), Pulau Cipir (Pulau Khayangan), dan Pulau Nirwana yang saat itu dalam keadaan kosong tanpa penghuni sebagai pusat kegiatan wisata bahari Kepulauan Seribu.

Namun, pada 1985, mantan Gubernur DKI Jakarta R Soeprapto menarik kembali Pulau Khayangan dan Pulau Nirwana dengan maksud agar PT Seabreez Indonesia dapat lebih berkonsentrasi mengembangkan Pulau Bidadari.

Pulau Bidadari memiliki kepemilikan sertifikat HGB 225 2003 seluas 3,6 hektare (ha) atas nama PT Seabreez Indonesia atau 60 persen dari total luas Pulau Bidadari. Demikian juga sertifikat hak pakai No 19 seluas 2,4 ha atau 40 persen dari total luas Pulau Bidadari atas nama Pemda DKI Jakarta sebagai fasos dan fasum di Pulau Bidadari.

Letak geografis Pulau Bidadari adalah 106 derajat 44,8 Bujur Timur (BT) dan 6 derajat 02,2 Lintang Selatan (LS), di antara gugusan Pulau Onrust, Pulau Khayangan, Pulau Kelor, dan Pulau Ayer. Pulau ini termasuk wilayah Kelurahan Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Pulau Bidadari memiliki keunggulan dibanding dengan pulau lainnya, yaitu lebih dari 60 persen wilayah pulau terdiri atas tanaman-tanaman langka seperti pohon kepuh, pohon perdamaian (baringtonia exelsa), pohon kayu hitam (diospyros maritama), pohon sentigi (pempis acidula), pohon glodokan, beberapa tanaman buah, dan hutan mangrove yang dilestarikan dan terpelihara secara baik.

Bahkan, seluruh pantai merupakan pasir putih alami dengan air laut yang relatif bersih dan jernih. Ada pula komunitas biawak (veranus salvator) yang hidup bebas dengan populasi lebih kurang 100 ekor yang dilindungi dan sangat familier dengan manusia. Juga hidup komunitas elang bondol (halias indus) yang merupakan jenis burung yang hampir punah dan dilindungi.

Untuk memperkuat suasana alam yang natural,seluruh bangunan menggunakan konsep rumah pesisir dengan bahan kayu dan berbagai bangunan utama menggunakan konsep tradisional khas Manado, dermaga labuh menggunakan kayu ulin, serta gazebo di sepanjang pantai menggunakan bahan bambu dan atap rumbia.

Terdapat pula situs sejarah berupa benteng peninggalan Belanda pada 1786 dengan diameter kurang lebih 23 meter dengan ketebalan dinding 2,55 meter dan tinggi bangunan 6 meter. Benteng ini terbuat dari batu merah. Di dalamnya berisi beberapa meriam, sisa-sisa mortir kuno yang dijaga dan dilestarikan.

Kebutuhan akan air bersih dapat diperoleh dari sumber air tawar Pulau Bidadari yang tidak banyak terdapat di pulau-pulau lainnya di Kepulauan Seribu. Sementara tenaga listrik dihasilkan dari tenaga diesel (genset). Pulau Bidadari memiliki 49 cottage yang terdiri atas tiga tipe, yakni deluxe berjumlah 23 cottage, family 20 cottage, dan enam suite cottage.

Untuk keperluan meeting/party, tersedia dua ruang multi purpose hall (MPH) dengan kapasitas masing-masing 100 dan 40 orang. Tempat ini juga menyediakan fasilitas outbond training, baik di laut maupun darat, bekerja sama dengan lembaga pelatihan. Yang paling utama, Pulau Bidadari menyediakan menu utama restoran adalah seafood. Bahan baku menu didapat langsung dari nelayan dalam keadaan segar.

Menu-menu favorit seperti sup rajungan, kerang hijau masak mentega, baby stingrey, dan sup kepala ikan. Barbeque party pada malam hari merupakan kegiatan yang paling berkesan dan disukai pengunjung. Untuk sarana rekreasi air di Pulau Bidadari disediakan jet ski, banana boat, cannoe, perahu tamasya, dermaga memancing, dan bagan pemancingan. Tersedia pula fasilitas penunjang berupa billiard hall, toko suvenir, lapangan basket, voli, musala, jogging track, dan lain-lain.

Dari sisi pangsa pasar, di wilayah Kepulauan Seribu terdapat 12 resor kepulauan yang tergabung dalam asosiasi Perhimpunan Wisata Bahari Kepulauan Seribu (Perwita Pusri), yakni Pantara, Sepa, Putri, Bira, Matahari, Kotak, Kul-kul, Kotak Timur, Laki, Burung, Ayer, dan Bidadari.

Dengan populasi pengunjung yang rata rata dalam lima tahun ini sebesar 120.000 orang per tahun. Dalam lima tahun terakhir, Pulau Bidadari dikunjungi rata-rata 35.000 orang per tahun. Dengan demikian, Pulau Bidadari mengambil pangsa pasar sebesar 29,1 persen dari populasi pengunjung wisata Kepulauan Seribu. Pengunjung Pulau Bidadari sebagian besar terdiri atas grup besar dari perusahaan yang mengadakan family gathering dan meeting.

Kelompok keluarga untuk berlibur, small group melakukan party, dan kelompok fotografer mengadakan photo sesion prewedding. Mereka berasal dari Jabodetabek plus Bandung. Soal prestasi yang pernah diperoleh resor Pulau Bidadari untuk tingkat DKI Jakarta adalah Adikarya Wisata I pada 1995, Adikarya Wisata 11 pada 1997, dan Adikaryaotam Wisata pada 2001. Untuk tingkat nasional adalah Adikarya Pariwisata pada 2002.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: